curhat

Tidak peduli

10/19/2018

Terkadang seseorang tidak peduli dengan apa yang dirasakan orang lain
Tidak mau mencoba berempati dengan masalah yang dihadapi selain dirinya sendiri
Tidak peduli sejauh apa hubungan pertemanan telah terjalin
Ia hanya tidak ingin ambil pusing, dan hanya mencoba membiarkan
Dan meninggalkan kebencian

Ketika membangun sebuah rumah, dan mendapati atapnya telah bocor
Apakah kamu harus menghancurkan rumahnya?

Ketika kamu bangun rumah yang baru dan mendapati masalah yang sama, selamanya kamu tidak akan belajar

halal

Kenapa HALAL itu penting?

10/14/2018

Kadang suka mikir, kenapa ya harus ada Halal? Kenapa Halal itu penting dalam agama Islam?

Setelah banyak belajar di dunia pangan di kuliah, awalnya emang 'hanya' mengerti sebatas oh halal itu baik untuk kesehatan. Babi, alkohol dan sebagainya emang kurang baik untuk kesehatan. Tapi lama-lama jadi mikir, coba kita perhatiin banyak banget manusia di dunia ini yang makan segala hal bahkan hal-hal aneh kayak bisa ular cobra, balut (telor bebek yang udah hampir menetas), tarantula, dan makanan-makanan lainnya yang bisa dibilang diluar nalar. Kayak gue mikir aja gitu, Tuhan udah ngasih pilihan makanan yang banyak untuk manusia dan bisa dicari dengan mudah, tapi manusia sering banget gak puas dengan apa yang ada, sehingga mencari-cari hal yang mungkin hanya karena ingin 'pujian' atau 'pengakuan' dari orang lain sehingga akan melakukan hal yang extreme dan bisa jadi terkesan tidak manusiawi untuk bisa mendapatkan itu.

Mungkin banyak yang bilang kalo Islam itu ribet, apa-apa harus halal. Halalnya juga ribet, nyembelih aja pake peraturan dkk. Coba kita posisikan diri sebagai seorang vegan. Vegan itu menurut gue punya prinsip hidup yang amat mulia sih. Sebelum membahas prinsip dari seorang vegan, mari kita bahas diferensiasi singkat terlebih dahulu antara vegan dan vegetarian. Banyak yang salah kaprah bahwa vegan dan vegetarian itu sama. Well, emang mirip tapi kalau ditilik lebih lanjut, vegan ini sedikit extreme. Vegetarian itu biasanya untuk orang yang sedang menjalani diet sehat sehingga memilih untuk tidak memakan sumber protein hewani, namun masih ada toleransi-toleransi yang bisa diterima seperti memakan telur dan susu (lacto-ovo-vegetarian), namun jika tidak memakan telur bisa disebut lacto-vegetarian yaitu boleh memakan dairy product. Sementara untuk vegan, dietnya bener-bener harus animal free, meskipun hanya susu yang dipakai dimasakannya, it is a BIG NO (Please correct me if any of my statement is wrong OK?). Nah bagian yang mulia dari prinsip seorang veganism ini yaitu mereka tidak ingin menyakiti hewan, karna seringnya dari mereka adalah menyayangkan perlakuan-perlakuan jahat manusia terhadap hewan. Kalau pernah liat video dari Bali yang penduduk disana membunuh anjing dengan cara dibanting-banting kepalanya, yes, selain para komunitas animal wellfare, vegan ini juga yang paling vocal untuk menggerakkan anti-animal abuse. Sehingga menurut mereka, menjadi vegan adalah solusi yang konkret untuk memberhentikan atau minimal mengurangi adanya animal abuse. On some point gue setuju dengan hal ini.

But, on the other point, gue ingin memberi sedikit perspective lainnya. Waktu Juni 2017, pas gue jadi relawan di Nepal, perlu diketahui populasi Nepal terbanyak beragama Hindu. Mereka sangat menghargai sapi disana, kalau nemuin ada makanan seperti steak biasanya mereka memakai daging kerbau (buffalo meat). Nah bedanya Indonesia dengan Nepal, kalo Indonesia hewan yang berkeliaran di jalan itu kebanyakan kucing. Kalo di Nepal? SAPI! Coba bayangin sapi-sapi hidup liar di jalan, bahkan sampe di jalan tol ada sapi lagi leha-leha duduk sehingga banyak kejadian macet dijalan demi minggirin sapi dulu. Jadi, buat kalian yang suka sebel sama kucing berkeliaran di jalan, gangguin lagi enak-enak makan di pecel ayam, bersyukurlah! karna kucing bentuknya kecil, dan tainya gak sebesar sapi :'))

Sampai pada saat gue buka facebook ada share video dari temen yang di Nepal, ternyata di Nepal sapi itu dirawat hanya sampai sapi berhenti mengeluarkan susu. Setelah itu pemilik akan membiarkannya berkeliaran di jalan. Sedihnya, data yang dipaparin di video itu ada sekitar 8rb sapi dan anak sapi yang homeless tanpa pemiliknya, sampai ada relawan yang membuat inovasi untuk memperhatikan homeless cow itu, karna menurut dia sudah banyak organisasi yang melindungi anjing tapi tidak dengan sapi. Well, bener juga sih. Nah disini sih yang gue sayangkan, jika memang membunuh hewan itu dilarang, lantas apakah membiarkannya tanpa menyediakan sumber makanan itu adalah hal yang bijak? bukankah sama saja dengan menyakiti? ini opini pribadi ya, jika ada yang punya opini lainnya silahkan memberi komentar :)


Kesimpulannya yang bisa ditarik adalah, sebenernya menurut gue sapi itu diciptakan untuk menjadi manfaat untuk manusia, susu maupun dagingnya, hanya saja perlu ada metode-metode yang diperlukan untuk tidak menyakiti mereka (Jika ada yang pernah liat jurnal, metode penyembelihan halal yaitu dengan memutuskan 3 syaraf di leher itu adalah yang paling tidak menyakitkan dibanding dengan metode setrum maupun shock in brain).


Buat yang menganggap halal itu ribet banget, menurut gue, vegan ini lebih extreme daripada halal. Untuk halal aja yang dalam dunia industri perlu sertifikasi halal dan perlu diuji lab sampai DNA babi aja sudah cukup sulit, bagaimana dengan vegan, yang harus dilakukan analisis lab semua dna hewan. Sehingga sebenernya yang harus lebih strict dalam pengurusan sertifikasi itu adalah vegan/animal free. 


Maaf ya kalo gue nulisnya lompat-lompat wkwk, penulisan paragraf yang baik dan benar sudah menguap nih :))

cerita lepas

TIOR - A Greeds of Human

9/23/2018

Tepat setahun lalu,  tanggal 22 September 2017, gue pernah mimpi imajinatif banget.  Gue kira mimpi itu adalah flashback dari apa yang pernah gue tonton di bioskop/tv, tp ternyata ngga. Entah kenapa jalan ceritanya real banget di kepala. Saking sedihnya ending mimpi gue ini, gue kebangun karna gue nangis sesenggukan. Gak paham, kan? Gue apalagi 😂

Sempet bahkan cari2 cara gimana submit ide cerita random ke film hollywood gitu biar dijadiin film karna menurut gue alur ceritanya worth to convert to be a movie. Lanjut aja ya gue kutip apa yang gue tulis di notes setahun lalu. Maafkan jika draftnya kasar ya. Emang bukan penulis 😅

__________________

Miels adalah seorang wanita yg berprofesi sebagai kepala chef kapal. Ketertarikannya terhadap kapal bermula dari semenjak kecil sang ayah sering mengajaknya ikut saat berlayar. Menurun dari profesi ayahnya yang pernah menjadi kapten ternama di kapal ferry yang sudah menjelajah hampir di seluruh benua, dia kemudian ikut andil dalam mengurusi kapal yang sudah menemani ayahnya selama 23 tahun. Sayang, ayahnya sudah meninggal 5 tahun lalu. Satu2nya peninggalan yang beliau berikan hanya kapal ferry tua miliknya dan sahabat setia yang selalu mendampinginya berlayar, namanya Tior. Well, Tior bukan manusia, tapi seekor paus. Aneh bukan? Bahkan seluruh awak kapal mengenalinya karna sering membantu memberi peringatan jika suatu waktu badai datang menghadang dan mengganggu pelayaran mereka.

Kapten kapal yang juga teman baik ayahnya, kini sudah pensiun dini karna ingin mengurusi keluarga kecilnya di kota. Seth, pemuda yang saat kecil pernah ikut berlayar bersama ayah Miels, menjadi satu-satunya pengganti menjadi kapten kapal. Miels sebenarnya tidak setuju, karna Seth belum pernah menjadi kapten kapal besar sebelumnya. Menurutnya, Seth dulu hanya bocah yang mengganggu ayahnya ketika bekerja, dan tumbuh menjadi nahkoda berbagai macam yacht di negaranya. Tentu jauh berbeda dengan ferry, dari segi kelas pelanggan dan durasi pelayarannya. Miels dulu iri sekali dengan Seth, karna ayahnya selalu meluangkan waktu untuk mengajari Seth tentang pelayaran saat kecil. Sementara Miels hanya seorang gadis kecil yang hanya boleh membantu di dapur saat itu.

Mengetahui bahwa Miels sekarang tumbuh menjadi wanita cantik yang mandiri, Seth perlahan belajar bagaimana cara memenangkan hati Miels. Bahkan tidak hanya hati Miels, setiap menjelang shubuh, Seth pergi ke pelataran belakang kapal, dimana terdapat spot paling dekat dengan permukaan laut, ia mencoba untuk mengambil hati Tior, paus kesayangan Miels. Selera humor Seth yang selalu konsisten menggoda Miels pun perlahan membawa hubungan mereka menjadi love and hate relationship. Seluruh awak kapal pun sering menggoda ketika mereka terlihat sibuk berdebat. Semua tahu itu, Miels hanya tidak pintar menunjukkan ekspresi sukanya kepada Seth.

Suatu hari, tamu vvip dari sebuah perusahaan yang mendominasi di Canada ingin berlibur dengan menggunakan ferry milik Miels. Ia sangat berharap servicenya tidak mengecewakan. Siapa sangka, permintaan petinggi perusahaan itu banyak sekali, dimulai dari bantal yang harus berisikan bulu angsa, kemudian seluruh properti kapal tidak boleh membentuk sudut karna dia sangat parno dengan benda-benda tajam. Ada satu permintaan si petinggi yang diminta kepada Seth saat pelayaran sudah memasuki hari ke-3. Ia ingin makan daging paus. Ia menyadari setiap subuh dan sebelum tenggelamnya matahari, Ia melihat seekor paus muncul ke permukaan. Ia berpikir jenis paus tersebut banyak di perairan terbuka. Mendengar hal itu Miels spontan langsung meminta Seth menolak permintaan si petinggi, ia tahu paus adalah salah satu satwa yang dilindungi oleh pemerintah. Selain itu ia juga tidak bisa membayangkan jenis paus yang sama dengan Tior, sahabat kesayangannya harus dibunuh hanya untuk memuaskan perut manusia.

Keesokannya, seperti yang dilakukan Miels setiap harinya, ia mempersiapkan makanan dari berbagai macam jenis makanan seluruh dunia yang ia buatkan untuk tamu vvip. Miels kemudian menyajikan makanan di depan tamu, setelah sebelumnya meminta sang asisten mencicipi makanannya, penanda apa yang telah dihidangkan telah aman.

Satu yang Miels sadari, seharusnya tuna yang hari itu dihidangkan memiliki warna yang fresh merah cerah. Namun yang disajikan memiliki warna merah tua sedikit pucat. Miels langsung menuju dapur dan mengecek apakah daging yang dipakai sudah tidak segar lagi yang dimungkinkan karena suhu penyimpanan refrigerator container yang bermasalah. Namun Miels menyadari sesuatu dan langsung mencoba sepotong dari daging tuna tersebut. Sangat berbeda. Ia tahu persis rasa tuna yang selama ini dia buat. Bahkan ia belum pernah merasakan daging ikan yang dia rasakan itu. Miels langsung menanyakan kepada seluruh awak dapur, ikan apa yang barusan ia cicipi. Seluruh awak tidak ada yang menjawab, dan gerak geriknya mencurigakan, seperti ada yang disembunyikan.

Memiliki firasat yang buruk, Miels langsung saja menodong Seth, yang pasti mengetahui ikan apa saja yang awaknya tangkap saat malam hari. Seth tidak menjawab apa-apa dan mengalihkan perhatiannya kepada tugas awak kapal. Kemudian Miels pergi ke pelataran, ia membunyikan siulan khasnya hanya untuk memanggil Tior ketika ia ingin mengajaknya main. Tidak ada jawaban. Siulan kedua, tetap tidak ada. Siulan ketiga, masih sama. Ia menunggu sampai malam tiba, berharap Tior akan datang dari mengurusi anaknya yang baru berusia 4 bulan yang selalu berenang bersamanya. Namun yang muncul ke permukaan hanya anaknya, ia mengeluarkan suara memekik seperti meronta karna sedih. Miels sudah kehabisan akal. Ia memanggil Seth dan menanyakan dimana keberadaan Tior. Apakah semalam Tior masih mendampinginya berlayar atau tidak. Seth diam. Dia tidak tahu apa yang harus dikatakan kepada Miels. Saat itu juga Miels menumpahkan seluruh kekecewaannya pada Seth, memukuli pundaknya keras seakan dapat mengulangi hal yang sudah terjadi. Miels tahu, firasatnya benar. Daging ikan yang disajikan oleh tamunya dini hari bukanlah tuna, itu daging paus.

"Kenapa harus Tior, Seth? Kamu tau Tior adalah satu-satunya peninggalan ayah selain kapal ferry ini" kata Miels sambil terjatuh berlutut karena kedua kakinya lemas tidak tahu harus berbuat apa.

"Maafkan aku Miels, aku harus mengambil keputusan karena si petinggi terus memaksaku karena jika permintaanya tidak dapat dipenuhi ia akan mencabut izin berlayarku dan ia menawarkan hadiah yang cukup fantastis"

"AKU TIDAK HABIS PIKIR KAMU MENJUAL TIOR DEMI UANG, SETH!? DIMANA HATI NURANIMU??!" ucap Miels membabi buta.

Tanpa berpikir panjang Miels langsung pergi kembali ke kamarnya dan menangis meratapi kepergian Tior. Ia merasa sangat bersalah kepada ayahnya karena tidak bisa menjaga Tior dan membiarkan kapal kesayangan ayahnya dinahkodai oleh seseorang yang tidak memiliki hati nurani seperti Seth.

Setelah kejadian itu, Seth sangat merasa bersalah. Ia meminta maaf kepada Miels dan meninggalkan kapal karena dia tidak layak menjadi kepala yang baik. Ia mengira Miels akan memaafkannya seiring berjalannya waktu. 3 tahun berlalu, dan setiap kali ferry Miels pulang ke pelabuhan, yang Seth dapati hanya tatapan sinis seperti jijik dengan apa yang sudah Seth perbuat.
_____________________

Animals really don't deserve humans. Hanya karena untuk kesenangan sesaat, perasaan lezat yang dirasakan mulut dan kepuasan perut, manusia rela menjual hati nuraninya dengan uang. Salah apa hewan-hewan itu yang menjadi kebahagiaan manusia dengan kematiannya? Padahal sistem pencernaan manusia yang membuat mereka puas itu hanya bertahan selama 4 jam, namun apakah mereka tidak berpikir,  manusia membunuh hewan yang tidak lahir 4 jam sekali? Sad but it happened in reality.

curhat

Regret is always come in the end.

3/15/2017

Berawal dari liat poster EF di linked in, gue tertarik ingin ikut promo prediction test gratis + 1 month course trial. ternyata langsung ditelpon dari pihak EFnya. Awalnya gue kira bisa dilakuin dimana aja, ternyata cuma bisa di EF pusat yaitu di Plaza Office Tower, di Plaza Indonesia. Akhirnya cobalah bikin appointment langsung di besok hari. Gue emang pernah ikut les di EF waktu sma, tp cuma beberapa bulan aja, karna capek dengan banyaknya kegiatan ditambah harus pulang pergi sekolah jakarta-bekasi akhirnya tidak lanjut lagi. Tadinya memang hanya ingin ikut prediction test yg gue kira ini seperti toefl2 biasanya, ternyata hanya seperti placement test untuk yang ingin kursus di EF. Lumayan sih jadi tau seberapa besar score perbedaan dari terakhir kali ikutan. Walaupun tidak ada niatan sama sekali untuk mendaftar kursus, gue tetep coba join di demo classnya yg teachernya menurut saya sangat mudah dipahami dan menyenangkan, namanya Mrs. Anna. Asik sih dan ternyata di EF for adults ini bisa ada kelas onlinenya juga. Tapi lagi-lagi banyak kendala juga, dengan kondisi keuangan keluarga yg tidak bertambah karna tinggal nyokap yg kerja, gue pikir pasti bakal susah buat les apalagi jauh walaupun tetep ada online course. Yah, belajar sendiri aja. 

Sometimes it feels regretful not to study harder in the previous condition. When you have really fit condition you really have a chance to maximalize your potential. But in reality I don't. 

Semoga orang2 belajar dari pengalaman gue ya.

Kuliner

Life as a Final Year Student - Ngedraft di Cafe

1/12/2017

Jadi mahasiswa tingkat akhir rasanya gak lengkap kalo gak punya spot ngedraft skripsi yang enak, well gue gak lagi ngerjain skripsi sih soalnya belom kelar juga data penelitian gue :')

Di akhir-akhir masa kuliah gue ini entah keinginan ikutan program ke luar negeri malah memuncak di akhir-akhir, tapi bukan tentang conference atau congress dan semacamnya, tapi kegiatan volunteering. Yes gue lagi coba satu program yang namanya Youcan Global Heroes, tahun ini diadain di Nepal. Jadi inget Bhandari Upakar, salah satu temen pas World Congress IAAS di Indonesia dari Nepal yang terkenal sama lagunya Pisam Piriri (entah bener gak tulisannya), dia baik dan aktif banget, bahkan ketika beberapa acara tidak berlangsung dengan lancar, dia adalah salah satu dari anak-anak baik dari delegasi World Congress yang "Stay positive".

Nah disela-sela ngerjain motivation letter buat ikutan program Youcan ini, gue pengen nyobain nongkrong di salah satu cafe di Bogor, namanya Boogie-Home Sweet Home. Ini kali kedua gue kesini, yang paling favorite adalah Bingsunya alias shaved ice nya. Cafe ini emang ciri khasnya bersuasanakan korea bahkan playlistnya hampir semua korea. Not to mention gue juga suka korea banget, tapi tempatnya lebih cozy dan homie dibandingkan Mujigae misalnya restaurant yang sama-sama susasananya k-pop. Dan yang paling penting sih wifi dan colokannya ada dan banyak.



Menu yang paling gue suka selain shaved ice nya yaitu roti yang isinya sup jamur atau sup jagung, itu enak dan porsinya besar. Kalo kesini wajib banget bawa temen, satu menu roti itu kayaknya gak bakal sanggup kalo diabisin sendirian. Kalo masalah harga yaa, sesuai lah sama rasanya, tapi beberapa menu dirasa sedikit mahal buat yang cemilan-cemilannya kayak onion rings. Tapi tetep worth it buat berlama-lama disini. Nah gedung Boogienya sendiri itu jadi satu sama bakery yang jual cemilan-cemilan tradisional, jadi nambah gak mau pindah karna pilihan cemilannya banyak banget. Next time mungkin gue bakal review tempat nongrong buat skripsian yang lain ya, thanks yang udah baca blog gue :)