6/29/2014

"Perempuan itu seperti lebah, tak enggan membagikan madunya saat mencinta namun tak segan menyengat saat terluka"

6/29/2014

"Ilmu itu makin dalam dipelajari, makin terasa bodoh orang yang mempelajari. Jika sudah merasa pintar, curigalah mungkin otakmu masih bebal. Jika sok tahu, curigalah mungkin ilmumu masih dangkal. Jika kau merasa benar sendiri, curigalah mungkin kau masih sedikit menggunakan akal."

Tuhan, aku titip doaku

6/18/2014

Tuhan, lindungi dia dimanapun dia berada
Mudahkah segala urusannya
Ringankan langkah kakinya
Lapangkan dadanya
Perbanyaklah rezekinya
Dan bahagiakan lah dia

Anti-Mainstream kah?

6/12/2014

Entah kenapa dari dulu gue selalu punya kecenderungan untuk tidak memilih apa yang orang-orang mayoritas sukai dan lebih memilih/ fokus sama orang-orang yang tidak disukai. Misalnya aja waktu smp, gue punya temen cewek yang dijauhin cuma gara-gara dia dideketin sama pacar salahsatu anak di geng sekolah gue. Menurut gue mereka berlebihan, so what gitu, kenapa sampe lebay banget musuhin orang. Dan akhirnya gue memutuskan bertemen sama temen yang dijauhin anak-anak itu sampai gue pun ikut dijauhin. Saat itu gue ngerasain jadi dia, dan dia pun kalo cerita selalu sama gue. Gue pun ngerasain, mungkin setiap orang punya alasan untuk ngejauhin orang dan mencaci mereka. Bahkan mungkin cacian itu memang terjadi dalam diri mereka. Tapi gue sadar, seburuk-buruknya orang melakukan sesuatu, pasti ada sisi baiknya juga. Diberi sanksi boleh, tapi tidak berlebihan. Karna saat seseorang diberi sanksi terutama sanksi sosial seperti itu, ada saat-saat dimana kita merasa bersalah dan ingin diberi kesempatan untuk berubah dan berusaha memperbaiki diri. That's the point. Kalo gue jadi malaikat, perasaan itu udah gue kasih pahala sekarung deh.

Nah, buat kalian yang suka nge bully, masa sih kalian gak pernah ngerasain bersalah dan pengen diberi kesempatan? gue yakin pasti pernah. Jadi, cobalah berpikir tidak hanya dari sudut pandang kalian, tapi juga dari sudut pandang si objek. Itu namanya objektif.

Hal yang gue gak memilih karna terlalu banyak orang yang suka hal tersebut juga kejadian di gue. Sebenernya ini anti-mainstream ato apa ya haha. Pokoknya setiap orang yang nunjukin fanatisme akan suatu hal, bisa dijamin, I'm not into it. Misalnya aja Justin Bieber, gile, fans fanatiknya itu loh. Gak nahan. Coba mikir dari sisi Justin Bieber deh, ini fans ngeribetin gue banget, gue harus pindah-pindah tempat sampe pindah penerbangan supaya tour gue lancar, untung gara-gara kalian gue dapet duit banyak! nah haha, zonk banget kan. Suka boleh, tapi jangan jadi annoying! Sama deh kalo milih capres (lagi booming kan) suka boleh, sok atuh bangga-banggain capres masing-masing, tapi jangan sampe buta. Cuma karna pengen banget capres yang kamu dukung menang, kamu sampe memfitnah, buka aib seseorang, bahkan mecat orang yang ngasih info yang sebenernya dibutuhkan masyarakat. Gak mau kan aibnya dibuka pas di pengadilannya Allah? diliatin jutaan umat? Coba nanti Allah tanya, kamu jelek-jelekin orang, merasa udah bener? terus dibelakang kamu itu sumur neraka, Allah tinggal nendang kamu tuh sambil bilang "THIS IS SPARTAAAHHHH" Hayo mau ngomong apa :P

Pokoknya, seburuk-buruknya orang di mata kamu, jangan sampe bikin buta, diam itu lebih baik daripada mengeluarkan kata-kata yang dapat mendzolimi orang. Setiap orang itu punya kesempatan memperbaiki kesalahannya, Allah aja Maha Pemaaf, punya hak apa kita manusia gak bisa maafin orang..

Gue selalu percaya, kadar kesedihan dan kebahagiaan orang itu rata. Jadi menurut gue, mungkin memang setiap orang punya masa lalu yang suram dan tidak mungkin dapat dipercaya lagi. Seperti gue melihat seseorang, yang rasanya sakit sekali jika menengok masa lalunya, tapi gue yakin, didepannya, dan dia pantas untuk bahagia. Sudah cukup kesedihan itu, cukup hanya di masa lalu saja. Setiap orang butuh itu, kepercayaan akan dirinya dapat bahagia kembali. Give it guys, so you will get more :)

Best regards and shakehands,

Fahrani Nisrina

6/10/2014

"Ya kamu yang pertama. Pertama kali aku percayai. Pertama kali aku huni. Dan ya pertama kali aku duniai. Kamu juga yang pertama kali mengenalkan aku pada kecewa. Menyudutkan aku pada duka. Menyapa aku dengan hampa. Terima kasih lah untuk beberapa tahun ke belakang ini. Kamu baik-baik ya! "

Itu salahsatu kutipan kakak yang pernah aku sebut, ya ceritanya mirip ya..
Masih ada banyak cerita yang harusnya kamu baca, tapi sebaiknya tidak aku pamerkan, kamu selalu benci orang yang selalu terbuka kan? sebenarnya aku taruh di suatu tempat. Ya lagi-lagi hanya ingin bercerita tanpa ingin ada yang membaca, kamu cari saja sendiri di suatu sudut tempat aku biasa bercerita :)

Please be my strength - Gungor

6/07/2014

I’ve tried to stand my ground
I’ve tried to understand
but I can’t seem to find my faith again

like water on the sand
or grasping at the wind
I keep on falling short

please be my strength
please be my strength
Cuz I don’t have anymore
I don’t have anymore

I’m looking for a place
that I can plant my faith
one thing I know for sure

I cannot create it
I cannot sustain it
It’s Your love that’s keeping (captured) me

Please be my strength…

at my final breath
I hope that I can say
I’ve fought the good fight of faith

I pray your glory shines
through this doubting heart of mine
so my world would know that You

You are my strength
You and You alone
You and You alone
Keep bringing me back home- on the tag