Kenapa HALAL itu penting?

10/14/2018

Kadang suka mikir, kenapa ya harus ada Halal? Kenapa Halal itu penting dalam agama Islam?

Setelah banyak belajar di dunia pangan di kuliah, awalnya emang 'hanya' mengerti sebatas oh halal itu baik untuk kesehatan. Babi, alkohol dan sebagainya emang kurang baik untuk kesehatan. Tapi lama-lama jadi mikir, coba kita perhatiin banyak banget manusia di dunia ini yang makan segala hal bahkan hal-hal aneh kayak bisa ular cobra, balut (telor bebek yang udah hampir menetas), tarantula, dan makanan-makanan lainnya yang bisa dibilang diluar nalar. Kayak gue mikir aja gitu, Tuhan udah ngasih pilihan makanan yang banyak untuk manusia dan bisa dicari dengan mudah, tapi manusia sering banget gak puas dengan apa yang ada, sehingga mencari-cari hal yang mungkin hanya karena ingin 'pujian' atau 'pengakuan' dari orang lain sehingga akan melakukan hal yang extreme dan bisa jadi terkesan tidak manusiawi untuk bisa mendapatkan itu.

Mungkin banyak yang bilang kalo Islam itu ribet, apa-apa harus halal. Halalnya juga ribet, nyembelih aja pake peraturan dkk. Coba kita posisikan diri sebagai seorang vegan. Vegan itu menurut gue punya prinsip hidup yang amat mulia sih. Sebelum membahas prinsip dari seorang vegan, mari kita bahas diferensiasi singkat terlebih dahulu antara vegan dan vegetarian. Banyak yang salah kaprah bahwa vegan dan vegetarian itu sama. Well, emang mirip tapi kalau ditilik lebih lanjut, vegan ini sedikit extreme. Vegetarian itu biasanya untuk orang yang sedang menjalani diet sehat sehingga memilih untuk tidak memakan sumber protein hewani, namun masih ada toleransi-toleransi yang bisa diterima seperti memakan telur dan susu (lacto-ovo-vegetarian), namun jika tidak memakan telur bisa disebut lacto-vegetarian yaitu boleh memakan dairy product. Sementara untuk vegan, dietnya bener-bener harus animal free, meskipun hanya susu yang dipakai dimasakannya, it is a BIG NO (Please correct me if any of my statement is wrong OK?). Nah bagian yang mulia dari prinsip seorang veganism ini yaitu mereka tidak ingin menyakiti hewan, karna seringnya dari mereka adalah menyayangkan perlakuan-perlakuan jahat manusia terhadap hewan. Kalau pernah liat video dari Bali yang penduduk disana membunuh anjing dengan cara dibanting-banting kepalanya, yes, selain para komunitas animal wellfare, vegan ini juga yang paling vocal untuk menggerakkan anti-animal abuse. Sehingga menurut mereka, menjadi vegan adalah solusi yang konkret untuk memberhentikan atau minimal mengurangi adanya animal abuse. On some point gue setuju dengan hal ini.

But, on the other point, gue ingin memberi sedikit perspective lainnya. Waktu Juni 2017, pas gue jadi relawan di Nepal, perlu diketahui populasi Nepal terbanyak beragama Hindu. Mereka sangat menghargai sapi disana, kalau nemuin ada makanan seperti steak biasanya mereka memakai daging kerbau (buffalo meat). Nah bedanya Indonesia dengan Nepal, kalo Indonesia hewan yang berkeliaran di jalan itu kebanyakan kucing. Kalo di Nepal? SAPI! Coba bayangin sapi-sapi hidup liar di jalan, bahkan sampe di jalan tol ada sapi lagi leha-leha duduk sehingga banyak kejadian macet dijalan demi minggirin sapi dulu. Jadi, buat kalian yang suka sebel sama kucing berkeliaran di jalan, gangguin lagi enak-enak makan di pecel ayam, bersyukurlah! karna kucing bentuknya kecil, dan tainya gak sebesar sapi :'))

Sampai pada saat gue buka facebook ada share video dari temen yang di Nepal, ternyata di Nepal sapi itu dirawat hanya sampai sapi berhenti mengeluarkan susu. Setelah itu pemilik akan membiarkannya berkeliaran di jalan. Sedihnya, data yang dipaparin di video itu ada sekitar 8rb sapi dan anak sapi yang homeless tanpa pemiliknya, sampai ada relawan yang membuat inovasi untuk memperhatikan homeless cow itu, karna menurut dia sudah banyak organisasi yang melindungi anjing tapi tidak dengan sapi. Well, bener juga sih. Nah disini sih yang gue sayangkan, jika memang membunuh hewan itu dilarang, lantas apakah membiarkannya tanpa menyediakan sumber makanan itu adalah hal yang bijak? bukankah sama saja dengan menyakiti? ini opini pribadi ya, jika ada yang punya opini lainnya silahkan memberi komentar :)


Kesimpulannya yang bisa ditarik adalah, sebenernya menurut gue sapi itu diciptakan untuk menjadi manfaat untuk manusia, susu maupun dagingnya, hanya saja perlu ada metode-metode yang diperlukan untuk tidak menyakiti mereka (Jika ada yang pernah liat jurnal, metode penyembelihan halal yaitu dengan memutuskan 3 syaraf di leher itu adalah yang paling tidak menyakitkan dibanding dengan metode setrum maupun shock in brain).


Buat yang menganggap halal itu ribet banget, menurut gue, vegan ini lebih extreme daripada halal. Untuk halal aja yang dalam dunia industri perlu sertifikasi halal dan perlu diuji lab sampai DNA babi aja sudah cukup sulit, bagaimana dengan vegan, yang harus dilakukan analisis lab semua dna hewan. Sehingga sebenernya yang harus lebih strict dalam pengurusan sertifikasi itu adalah vegan/animal free. 


Maaf ya kalo gue nulisnya lompat-lompat wkwk, penulisan paragraf yang baik dan benar sudah menguap nih :))

You Might Also Like

0 Komentar