Berdiri sesosok lelaki paruh baya di tepi jalan diantara lalu-lalang bus kota. Sambil tertatih, gitar di pikulnya . Perlahan ia menaiki sebuah bus antarkota dan seakan berharap ada sedikit rezeki di dalamnya.
"Ini bus 63 ya, Kek?" tanyaku
Dengan pendengarannya yang tak lagi tajam, ia berkata,
"Ah.. iya dek".
Aku pun segera melangkahkan kaki menaiki bus tadi.
Keramaian orang-orang yang hendak kembali ke rumah memenuhi bus sehingga tak ada satupun kursi yang tersisa. Dengan menggendong tas sekolah dan memeluk binder biru, aku berdiri di dekat pintu. Mungkin iba, seorang pemuda mempersilahkanku untuk duduk di kursi yang di tempatinya tadi. Aku pun tidak menolak. Bus pun sudah mulai berangkat dengan tujuan Bekasi, aku pun bergegas mengambil ongkos sementara pak kondektur sudah siap menagihnya dari para penumpang yang duduk di belakang.
